Kamis, 03 Desember 2009

Membaca Pikiran Orang Lain


Sebagian besar waktu yang kita gunakan tidak terlepas dari hubungan interpersonal dengan orang lain, baik itu dengan teman, dengan pasangan, dengan rekan kerja, dengan atasan, dengan bawahan, dsb. Berbagai ketrampilan sosial yang menyangkut interaksi pun telah kita ketahui dan pelajari sejak kecil. Ketrampilan yang paling penting tentunya adalah komunikasi.
Ketrampilan berbicara dan mendengar, sebagai bagian dari komunikasi – merupakan ketrampilan dasar yang juga sudah dipelajari sejak lama. Namun seiring waktu, kadang kita lupa bahwa kedua ketrampilan tadi tetap harus dipupuk, bahkan mungkin juga ditingkatkan.
Kadang kita merasa sudah cukup mengenal orang yang kita ajak bicara sehingga kita hanya bicara seperlunya, berasumsi bahwa orang tsb sudah memahami pembicaraan kita. Demikian pula dalam mendengar, kadang kita tidak sabar mendengar pembicaraan orang lain, berasumsi bahwa arah pembicaraan tertuju pada suatu kesimpulan yang sudah kita pikir sebelumnya.
Disinilah letak ”cacat” komunikasi yang biasa terjadi. Akibatnya hubungan interpersonal jadi terganggu. Konflik pun makin sering terdengar.
Teman,Sedekat apapun hubungan kita dengan orang lain, kita tetap tidak dapat mengetahui hal-hal yang mereka pikirkan secara tepat. Karenanya bicarakanlah hal-hal yang ingin kita sampaikan pada orang lain dengan jelas, dan juga dengarkanlah respon yang disampaikan oleh orang lain secara cermat.
Jadi saat terjadi konflik, coba ditelaah kembali, apakah komunikasi sudah berjalan baik, atau kita yang hanya membaca pikiran orang lain (dan salah… )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar